Thursday, August 15, 2013

Local Business · 2,154 likes
Seorang guru di Australia pernah berkata:

“Kami tidak terlalu khawatir jika anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika” kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”

“Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu ?” Kerena yang terjadi di negara kita justru sebaliknya.

Inilah jawabannya:

Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.
Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak menjadi Penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dsb.
Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.
”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI ?”


”Oh iya banyak sekali pelajaran berharganya;”

Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.
Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.
Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting..
Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.
Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)
Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.
Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.
Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.
Anak belajar disiplin, teratur dan kerapihan.
Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.
Anak belajar bekerjasama dengan orang2 yang ada di dekatnya jika sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil.
Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain.

dan mungkin masih banyak lagi pelajaran berharga lainnya, silahkan anda temukan sendiri sisanya.

Saya sempat tertegun mendengarkan butir-butir penjelasannya. Dan baru saja menyadari hal ini saat satu ketika mengajak anak kami berkunjung ke tempat bermain anak Kids Zania di Jakarta.

Apa yang di pertontonkan para orang tua pada anaknya, dalam mengantri menunggu giliran sungguh memprihatinkan.

Ada orang tua yang memaksa anaknya untuk ”menyusup” ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi. Dan berkata ”Sudah cuek saja, pura-pura gak tau aja !!”
Ada orang tua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar Penakut”, karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.
Ada orang tua yang menggunakan taktik dan sejuta alasan agar anaknya di perbolehkan masuk antrian depan, karena alasan masih kecil capek ngantri, rumahnya jauh harus segera pulang, dsb. Dan menggunakan taktik yang sama di lokasi antrian permainan yang berbeda.
Ada orang tua yang malah marah2 karena di tegur anaknya menyerobot antrian, dan menyalahkan orang tua yang menegurnya.
dan berbagai macam kasus lainnya yang mungkin anda pernah alami juga?


Ah sayang sekali ya.... padahal disana juga banyak pengunjung orang Asing entah apa yang ada di kepala mereka melihat kejadian semacam ini?

Ah sayang sekali jika orang tua, guru, dan Kementrian Pendidikan kita masih saja meributkan anak muridnya tentang Ca Lis Tung (Baca Tulis Hitung), Les Matematika dan sejenisnya. Padahal negara maju saja sudah berpikiran bahwa mengajarkan MORAL pada anak jauh lebih penting dari pada hanya sekedar mengajarkan anak pandai berhitung.

Ah sayang sekali ya... Mungkin itu yang menyebabkan negeri ini semakin jauh saja dari praktek-praktek hidup yang beretika dan bermoral?

Ah sayang sekali ya... seperti apa kelak anak2 yang suka menyerobot antrian sejak kecil ini jika mereka kelak jadi pemimpin di negeri ini?

Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua para orang tua juga para pendidik di seluruh tanah air tercinta. Untuk segera menyadari bahwa mengantri adalah pelajaran sederhana yang banyak sekali mengandung pelajaran hidup bagi anak dan harus di latih hingga menjadi kebiasaan setiap anak Indonesia. Mari kita ajari generasi muda kita untuk mengantri, untuk Indonesia yang lebih baik.

Wednesday, July 10, 2013

Lessons From A Great Leader

If there is a phrase to describe Wess Stafford as a leader, I would choose ‘A Leader Who Walks the Talk’.
Not many leaders who are passionately driven at work can manage the time and efforts and motivation for his/her family well. Wess, a loving husband and an adorable father of two daughters, has set the main rules of engagement in his personal life and family life. Putting God as the ultimate priority that leads to his dedication and commitment for his wife, the President favors his daughters over the responsibilities as the CEO of one of the biggest NGOs in the world. “You should have God and family over your career otherwise you will not be successful at work itself.” Responding to the work style of Compassion staff that spends many traveling times leaving their family, Wess shared how he manages to overcome the loss of precious time with family.


  • Before travelling, tell your spouse how you love him/her so much.
  • Before travelling, express to your children that you’d rather be with them and spend time with them. Tell them about the thing that you are working with that makes you have to go.
  • Once you are in your travelling destination, get the time to call your family just to tell them how you love them so much. Share about what you do and the experience you get.
  • Send a post card to your family (although it might arrive lately).
  • Once you get back home, spend the time to be with them….hang out….dating….
Moreover


  • As a father, be the one who puts your children to bed. Tell them stories that talk about them. Tell them how you have become.
  • Sing hymns with them. Teach them songs of praises.
  • In dong your ministry, tell them to your children.
  • Do not get your hobby over your children. Stop watching or doing work tasks when it comes to taking your children to bed. Avoid having your favorite TV show demotivates your children who want to talk with you.
  • Play with your children. Be their toys.
Responding to the question related to his decision to step down from his position of the President of Compassion International, Wess Stafford shared how he has personally prepared and mentored four persons in many years and these candidates are also given to Compassion Board and the Search Institute. He then recalled his memory to the time when he was asked by the previous President of Compassion International, Wolly, to take the responsibilities as his successor. When he was 27 years old and became the Program Facilitator of Compassion in Haiti, Wolly came to visit Haiti and met Wess Stafford. Going back to the States, Wolly then told his wife ‘I have found the right person to be my successor as the President.’ Of course Wess was not told about this. Wolly then prepared a path of leadership to Wess by giving him his first leadership role as the Program Director. Afraid of this big responsibility, Wess was then determined to do the right thing, including firing his best friend. His best friend then testified how grateful he was to be fired because he then developed his potential in another ministry. When Wess was then asked to be willing to be nominated as the President (and he was the only candidate), he rejected the offer for 3 days. Not until Wolly convinced him then Wess responded to this calling. Now that he has decided to step down, he has taken a quest of mentoring some people who have the capacities of being the leader.

And about leadership, he urged that, “If you haven’t got the passion that drives you to tears in seconds, then you haven’t got the drive that leads you to being a leader. So, what is your passion? Don’t just tell yourself or others that you want to be a leader when you cannot answer the question what is it in you that makes you want to lead.” If something doesn’t move you then you don’t deserve to lead. A leader should be the last man standing when the crisis hits the organization.  A leader is the one who holds the vision. And a leader should have the passion and Wess thought that this passion was the reason why Wolly came to the decision to have Wess Stafford as his chosen successor even long before Wolly retired. After being chosen as the President, Wess didn’t directly take the responsibilities. He spent 3 years as the Vice President and worked side-by-side with Wolly. He then remembered that he had rules with Wolly that he would never argue or question Wolly’s decision in public. They would do it individually. He then also started to throw out ideas even though he was not yet the CEO.

One thing that he regarded as the main flaw of being a great leader is being too late to make a decision. He admitted that he did have times in taking a decision long enough that would impact the ministry.


Saturday, July 6, 2013

Family Lesson

Let me start this shout-out by shouting to the whole world, 'Thank you, God, for giving me Venny Manorek as my beloved lovely adorable wife."
My wife and I finally made it to have a personal retreat as a couple. Zeki is still in his vacation so it is the right time to go out there (Sedona) and spend the time together. This is such a wonderful time to just get out from the busy-ness and hectic hours. So, of all the fun we had, the devotion we had was such a powerful moment as we read and chatted about our relationship as husband and wife and also as parents. Ephesians 5, especially on verse 22-33, is a great reminder for us to reflect how we should act as a Christ-like couple. We had fun assessing ourselves, reflecting our attitudes, how we quarreled, how we adore each other, how we become parents for Ezekiel and we also shared our expectations as a husband, a wife and parents.
We thanked God for that moment.
It's a great lesson for us. We had a moment of moments that refreshed our attitudes and behavior in our marriage as a family.

Tuesday, June 25, 2013

C2C First Fruit

What an opportunity. Today is the first fruit of the Challenge to Change program. Had a wonderful 2-hour session with the teenagers at the GMIM Bukit Moria Malalayang in their Bible Camp. It was not enough, actually, but as a starting stone this experience is so meaningful.
By the way, this is actually not the first implementation as I have been delivering this program to GMIM Bukit Zaitun, Sea Mitra. It's just that the entry point is slightly different because I proposed it directly to the teens. For the KITMOR, they asked for it.....

Friday, June 21, 2013

C2C - Module 10

PERTEMUAN KE-10
RETREAT

Tujuan
-       Remaja saling menguatkan dalam pergumulan mereka untuk mencapai mimpi mereka.
-       Remaja menyadari bahwa mimpi mereka berasal dari Tuhan.
-       Remaja memiliki komitmen untuk mencapai mimpi mereka.
-       Remaja menyadari bahwa setiap mereka memiliki potensi yang unik dan jika mereka mengembangkannya mereka akan membawa dampak bagi keluarga, masyarakat dan gereja.
Indikator
-       Remaja akan saling mendukung satu dengan yang lain dalam kelompok
-       Remaja merumuskan Visi, Misi dan Mimpi mereka
Metode
            Retreat, sharing, dan mengisi Kartu Komitmen
Referensi Alkitab
            1 Timotius 4:12-16
Durasi
            Tiga hari
Alat/Bahan
Kertas flip-chart, spidol besar, daftar mimpi yang telah dibuat pada pertemuan ke-2, ‘My Dream Book’, pin (bertuliskan ‘Remaja yang Berubah dan Membawa Perubahan’)
Referensi
Gambaran Kegiatan
Hari Pertama
-       Mengulang tentang 7 Kebiasaan
-       Sharing dalam kelompok perubahan apa yang mereka alami selama mengikuti program C2C dan tantangan yang mereka hadapi. Pembagian kelompok sebaiknya berdasarkan kelompok yang telah dibentuk pada pertemua ke-1.
Hari Kedua
-       Outbound untuk menunjukkan kepada remaja bahwa mereka bisa
Hari Ketiga
-       Penguatan secara alkitabih. Setiap kelompok merenungkan apa yang mereka pelajari dari satu bacaan alkitab dan dikaitkan dengan kegiatan outbound di hari sebelumnya.
-       Mengulang ‘Mimpi Saya’. Daftar mimpi ditampilkan.

-       Komitmen Pribadi.

C2C - Module 9

PERTEMUAN KE-9
REMAJA YANG MENGASAH GERGAJI

Tujuan           
-       Remaja mengetahui potensi mereka
-       Remaja membuat komitmen untuk mengembangkan potensi mereka
Indikator
-       Remaja mengetahui Kecerdasan Majemuk yang dominan
-       Remaja membuat daftar rencana yang akan mereka lakukan untuk mengembangkan potensi mereka
Metode
            Presentasi, mengisi kuesioner
Referensi Alkitab
            Pengkhotbah 10:10
10  Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat.
Durasi Kegiatan
            2 jam
Alat/Bahan
            Kuesioner ‘Multiple Intelligence’
Referensi
Mengasah gergaji berarti secara proaktif melakukan aktifitas yang akan membantu kamu tetap fokus pada tujuan kita. Kebiasaan ini memelihara dan meningkatkan asset terbesar yang kamu miliki, yaitu dirimu. Kebiasaan ini , memperbarui keempat dimensi alamiah kamu, yaitu:
1.            Fisik – olahraga, nutrisi, manajemen stress
2.            Sosial/Emosional – pelayanan, empati, sinergi, rasa aman dari dalam
3.            Spiritual – Penjelasan nilai dan Komitmen, Studi dan meditasi
4.            Mental – Membaca, visualisasi, perencanaan, menulis
Sebelum gergaji diasah, kamu perlu mengetahui gergaji apa yang akan kamu asah, dalam artian potensi apa yang ada dalam diri kamu.

Apakah kecerdasan itu? Menurut Howard Gardner, kecerdasan ialah kemampuan menyelesaikan masalah. Menurutnya, manusia memiliki 8 tipe kecerdasan yang ia sebut Kecerdasan Majemuk.
1.    Kecerdasan Bahasa
Suka: membaca, menulis dan bercerita
Baik dalam: mengingat nama, tempat, tanggal dan hal-hal yang sepele.
Dapat belajar baik dengan: berkata, mendengar dan melihat kata-kata.
Penulis, penyair, orator
2.    Kecerdasan Alamiah
Suka: di luar ruangan, dengan binatang, geografi, dan cuaca; berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Baik dalam: mengkategorikan, mengorganisir daerahnya, merencanakan perjalanan, pemeliharaan, dan konservasi.
Dapat belajar baik dengan: mempelajari fenomena alam, dalam bentuk alami, belajar bagaimana cara kerja sesuatu.
Menyelaraskan diri dengan alam
3.    Kecerdasan Visual
Suka : menggambar, membuat sesuatu, merancang dan hal-hal kreatif, bermimpi, melihat gambar/slides, menonton film dan bermain dengan mesin.
Baik dalam: membayangkan hal-hal, peka terhadap perubahan, tekateki/puzzles dan membaca peta, memetakan.
Dapat belajar baik dengan: visualisasi, impian, menggunakan mata pikiran dan bekerja dengan warna dan gambar.
Arsitek, pematung, pelukis, navigator, dan pilot
4.    Kecerdasan Gerak
Suka: bergerak keliling, meraba dan berbicara dan menggunakan bahasa tubuh.
Baik dalam: aktivitas fisik (olah raga/menari/akting) dan hasta karya.
Dapat belajar baik dengan: menyentuh, bergerak, berinteraksi dengan ruang/tempat memproses pengetahuannya dengan sensasi tubuh.
Atlet, penari, dan pesenam
5.    Kecerdasan Musik
Suka : menyanyi, bersenandung nada-nada, mendengarkan musik, memainkan instrumen and merespon musik.
Baik dalam: mengangkat nada, mengingat melodi, menentukan ritme dan menjaga tempo.
Dapat belajar baik dengan: ritme/nada, melodi dan musik.
Komposer, konduktor, musisi
6.    Kecerdasan Interpersonal
Suka: memiliki banyak teman, bicara pada orang dan bergabung dalam kelompok.
Baik dalam: memahami orang lain, memimpin, pengorganisasian, komunikasi, manipulasi dan penengah konflik.
Dapat belajar dengan baik: sharing, membandingkan, menghubungkan, suka bekerjasama dan suka bertanya (interview)
Penjual, motivator, negosiator
7.    Kecerdasan Intrapersonal
Suka : bekerja sendiri and mengejar minatnya sendiri.
Baik dalam: mengenal diri, berfokus dalam perasaan/mimpi-mimpi, mengikuti perasaan, mengejar keinginan/tujuan dan original.
Dapat belajar baik dengan : bekerja sendiri, proyek perorangan, menyendiri dan memiliki dunia sendiri.
8.    Kecerdasan Logika
Suka : bereksperimen, memikirkan hal-hal, bekerja dengan angka, bertanya dan mengeksplorasi pola/bentuk dan hubungan.
Baik dalam: matematika, alasan, logika and penyelesaian masalah.
Dapat belajar baik dengan: mengkategorasikan, klasifikasi and bekerja dengan pola-pola abstrak/hubungan.
Ilmuwan, matematikawan, pengacara, hakim

Gambaran Kegiatan
Kegiatan Pembuka
-       Satu minggu sebelum pertemuan ini, bagikan kepada semua remaja ‘Kuesioner Multiple Intelligence’
-       Untuk pembuka pertemuan, tampilkan video yang bertemakan ‘Multiple Intelligence’
Kegiatan Inti
-       Presentasi ‘Multiple Intelligence’
-       Pengelompokan remaja sesuai kecerdasan majemuk yang dominan.
-       Refleksi bagaimana mereka akan mengembangkan potensi mereka. Tulis di ‘My Dream Book’.
Kegiatan Penutup
-       Menyanyi Lagu ‘Kamu Sangat Spesial’
Kamu sangat special
Tiada sepertimu
Tuhan buat kau special
Tiada sepertimu

C2C - Module 8

PERTEMUAN KE-8
REMAJA YANG BERSINERGI

Tujuan           
-       Remaja memahami konsep kerjasama dalam tim
Indikator
-       Remaja memberikan pendapat mereka tentang kerjasama dalam tim setelah menonton film
-       Remaja membuat satu karya tulis berisi apa yang mereka pelajari tentang kerjasama tim
Metode
            Diskusi film ‘Remember the Titans’
Referensi Alkitab
            Pengkhotbah 4:9-12
9  Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka.
10  Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!
11  Juga kalau orang tidur berdua, mereka menjadi panas, tetapi bagaimana seorang saja dapat menjadi panas?
12  Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.
Durasi Kegiatan
            2,5 jam
Alat/Bahan
LCD proyektor, laptop, CD film ‘Remember the Titans’, 3 buku Quantum Learning (sebagai hadiah bagi pemenang karya tulis), pembatas alkitab untuk semua remaja yang memasukkan karya tulis

Referensi
Dalam pertandingan sepakbola, kita pahami bahwa sebuah tim berusaha untuk menang dan mengalahkan lawannya. Banyak usaha yang dilakukan agar tujuan ini tercapai, mulai dari latihan sampai pada pertandingan. Semua anggota tim akan senang jika mereka memenangkan pertandingan. Namun apa yang akan terjadi jika dalam satu tim sepakbola anggota-anggotanya saling bersaing dengan tidak sehat dan berusaha mengalahkan temannya. ‘Saya harus menang dan teman-teman saya harus kalah.’ Bayangkan bagaimana mereka akan bermain sebagai satu tim jika diantara mereka tidak ada kerjasama tim karena setiap orang ingin menang. Penyerang yang hanya ingin mencetak gol dan tidak ingin membantu tim dalam bertahan. Pemain tengah yang hanya ingin menunjukkan kemampuan individunya. Pemain belakang yang hanya ingin bertahan dan tidak mau membantu teman di depannya. Dan penjaga gawang yang tidak m empercayai anggota tim lainnya. Tim yang anggota timnya hanya peduli pada keingin pribadinya. Tim yang tidak bekerjasama sebagai tim akan menghasilkan kehancuran bersama.
Menghargai perbedaan adalah intisari dari sinergi – perbedaan mental, emosional, psikologis antar orang. Dan kunci untuk menghargai perbedaan adalah dengan menyadari bahwa semua orang melihat dunia, tidak sebagaimana adanya, tetapi sebagaimana mereka.
Dengan bersinergi, kekuatan kerjasama lebih besar dari upaya per bagiannya. Jadi galilah potensi dan kebaikan kontribusi orang lain.
Gambaran Kegiatan
Kegiatan Pembuka
Pengenalan tentang konsep ‘Bersinergi’
Kegiatan Inti
-       Pemutaran film ‘Remember the Titans’
Kegiatan Penutup
            Penjelasan tentang tugas yang akan dilakukan:
-       Bagi remaja dalam kelompok yang terdiri dari 4 orang. Tunjuk satu ketua kelompok. Setiap kelompok diminta untuk mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:
1.    Siapakah tokoh favorit anda dalam film ini? Kenapa?
2.    Bagian manakah dari film ini yang anda paling sukai?
3.    Mengapa sulit dalam satu tim untuk bisa bekerjasama?
4.    Apa yang harus dilakukan agar supaya kita bisa bekerjasama dengan baik? Tunjukkan contohnya dalam film ini.
5.    Tunjukkan contoh perilaku Menang/Kalah dalam film ini.
6.    Apa saja konsekuensi dari perilaku Menang/Kalah?
7.    Apa yang dilakukan oleh Pelatih Boon dan tim pelatih untuk membuat timnya bermain sebagai satu tim?
-       Mereka diminta untuk mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan diatas dalam kelompok. Mereka akan menentukan sendiri waktu dan tempat diskusi.
-       Setiap remaja diminta untuk menuliskan sebuah karya tulis tentang pemahaman mereka atas konsep ‘Bersinergi’. Waktu yang diberikan adalah dua minggu. Karya tulis ini akan diseleksi dan pemenangnya akan mendapatkan hadiah buku.

Alternatif Project

-       Setiap kelompok membuat sebuah project ‘mobil-mobilan’ yang bisa dikompetisikan. Mobil-mobilan ini seharusnya bisa untuk ditumpangi satu orang pengemudi. Kategori kompetisi: Kecepatan dan kreatifitas.